Langsung ke konten utama

Tak Dekat dan Menyesal


Kita benar-benar telah mencoba
Kita telah mencoba untuk saling berkata
Menyebut nama satu sama lain
Memendam cinta yang begitu dalam


Untuk aksi yang masih saja kacau
Bahkan mengalihkan semua asa kepada sang waktu
Sang waktu yang tak dapat memberi apa-apa
Hanya penyesalan yang akan dirasakan

Mungkin kita tidak cocok, tapi semua itu bohong
Aku hanya ego dan tidak mau mengakui adanya kerinduan
Padahal kita sama-sama memiliki rasa
Aku sendiri bingung

Semua orang disekitarpun tau perasaan kita sama
Terlihat hanya dari bahasa tubuh
Mereka bilang semua terasa dengan jelas
Kalau kita memang mirip

Kedalam proses yang benar tak dapat berdusta
Bahkan kita yang mendustakannya
Selama proses penyatuan kita
Menyangkal perasaan yang kita punya adalah hal yang biasa

Aku munafik dengan apa yang aku rasakan terhadapmu
Aku balas dengan tawa dan membuat hati ini tidak yakin lagi
Kaupun sama hanya menyerahkan kepada kesiapa yang tiada niat
Kau dan aku sama-sama berserah pada takdir mau kemana

Bukan itu yang kita harapkan
Masa kerbersamaan yang kau dan aku butuhkan
Mulutmu bisa saja menyangkal kalau kau dulu juga mencintaiku
Wahai Kasih, apa benar aku melepaskanmu begitu saja?

Andai bibir ini mampu berkata lebih dalam
Ada cinta diantara kita
Ada kasih dalam percakapan kita
Apakah benar kita bisa bersama jika aku tak menuntut cintamu berkata terlebih dahulu?

SW

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KULIAH

part 1 1 September 2014, aku pergi ke kampus tercinta dengan berat dusta yang besar. Pagi itu Ayah bertanya padaku. "Sal.. laptop kamu pake ngga?" aku jawab saja tidak, karena memang tidak. " Tolong ambilkan, Ayah mau pake buat pelatihan di kantor sampe minggu depan, jangan lupa sama tasnya ya.." Aku tergesa-gesa menyiapkan apa yang ayah inginkan. "Kamu simpan saja diatas meja nanti Ayah yang rapikan, kamu pergi kuliah saja cepat Teteh nunggu." Pukul 06.30 kami baru berangkat menuju kampus.   That was too late!!   biasanya memang Aku yang mengendarai sepeda motornya.