Aku selalu menuntut hal yang bahkan tidak bisa dikerjakan. Bahkan sampai dimana orang lain membubuhiku dengan kalimat “ You’re one with everything that never happens”. Miris bukan, apa yang mereka miliki tak pantas aku miliki? Bukan, jangan salah sangka. Aku tidak berniat untuk merebut. Mereka membenciku, benar. Sahabatku Aline berusaha mendekati teman kecilku Dito, aku tidak merasa iri dengan perasaan Aline, yang aku idamkan dari Aline adalah kepintarannya di berbagai bidang. Sebenarnya aku sudah mengetahui perasaan Aline kepada Dito, mungkin tiga bulan kebelakang. Tak perlu menebak-nebak, dari gelagatnya saja sudah terlihat, untuk brownies yang ia buat hampir satu minggu sekali, susu kotak yang selalu Aline berikan padanya sudah menjadi bukti yang kuat atas perasaannya.